Kamis, 03 Maret 2016

Kelak Berjumpa



Kelak berjumpa

Saat retak menggoda
Berbagi pecah, kasar, berlubang
Bertaut pedih, sedih bersama
Bersenandung aduh di dada

Lelap malam bertukar gelisah
Lembut sapa menabur resah
Akankah bersua dalam salah?
Entah

Elok purnama menyayat senyap
Mengundang detak beradu kalap
Cahaya tak  lagi menyinari gelap

Wahai jarak!
Apa pula telah kau perbuat
mengejek rindu kian berat
menekan cinta kian kuat

Lah cinta

Apa itu cinta?
Rembulan merah jambu di pucuk cemara?
Segunung cokelat tanpa nama?
Sebait puisi penanda derita?

Jika iya
Sambut layaknya raja
Disanjung disapa jangan dipuja
Dielu dipeluk sewajarnya
Hingga kata “sah” bergema

Semarang, 4 Maret 2016

2 komentar:

  1. Keren, Mba puisinya :)

    Hingga kata "sah" bergema :)

    BalasHapus
  2. jazakillah, masih harus banyak berbenah. dikritik saja tak apa.

    BalasHapus