Kelak berjumpa
Saat retak menggoda
Berbagi pecah, kasar, berlubang
Bertaut pedih, sedih bersama
Bersenandung aduh di dada
Lelap malam bertukar gelisah
Lembut sapa menabur resah
Akankah bersua dalam salah?
Entah
Elok purnama menyayat senyap
Mengundang detak beradu kalap
Cahaya tak lagi
menyinari gelap
Wahai jarak!
Apa pula telah kau perbuat
mengejek rindu kian berat
menekan cinta kian kuat
Lah cinta
Apa itu cinta?
Rembulan merah jambu di pucuk cemara?
Segunung cokelat tanpa nama?
Sebait puisi penanda derita?
Jika iya
Sambut layaknya raja
Disanjung disapa jangan dipuja
Dielu dipeluk sewajarnya
Hingga kata “sah” bergema
Semarang, 4 Maret 2016
Keren, Mba puisinya :)
BalasHapusHingga kata "sah" bergema :)
jazakillah, masih harus banyak berbenah. dikritik saja tak apa.
BalasHapus